Senin, 14 Desember 2015

Update IHSG

Hari ini IHSG ditutup turun di level 4.374,191 (0,44%), dengan asing melakukan net sell sebesar 457milyar di pasar reguler. IHSG pada hari ini juga sempat melewati batas support yang sudah saya perkirakan untuk minggu ini yaitu dilevel support 4.337, hari ini sempat menyentuh 4.330 pada awal perdagangan.


Secara umum pada minggu ini pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh bayang-bayang kenaikan Fed rate, lalu investor asing masih akan melakukan penjualan. Nilai tukar juga akan bertahan di 14ribuan. Pergerakan IHSG juga akan dipengaruhi Indeks saham Global, jika rata-rata indeks global mengalami kenaikan maka bukan tidak mungkin bahwa IHSG akan naik atau bisa dikatakan akan terjadi teknikal rebound sesaat, dan sebaliknya.

Jika berdasarkan grafik chart diatas, maka IHSG masih akan cenderung turun.
Turunnya grafik dari indikator MFI juga merupakan sinyal kalau IHSG masih akan berpeluang untuk turun, turunnya grafik MFI menandakan adanya penarikan dana yang terjadi di IHSG.

Jadi menurut saya support terdekat tidak berubah yaitu di level 4.337, lalu jika tembus cukup dalam maka support selanjutnya ada di level 4100.

Rekomendasi saham:
  • TLKM buy 2900
Disclaimer On

#UtampanScratch

Minggu, 13 Desember 2015

IHSG This Week

Pada minggu lalu IHSG drop ke level 4.394 dan sedikit melewati dari titik support yang di perkirakan pada minggu kemaren yaitu di level 4395. Minggu lalu juga terjadi nett foreign sell sebesar 1,1 Triliun di pasar reguler. Hal ini mengindikasikan turunnya IHSG pada minggu lalu di karenakan terkait dengan kenaikan FED rate pada minggu ini. Indikasi adanya aliran modal asing keluar ialah dilihat dari nilai tukar yang tembus ke 14ribu rupiah per dollar.

Pada minggu ini pergerakan IHSG akan dipengaruhi bayang-bayang pengumuman FED rate pada tanggal 17 Desember nanti.

IHSG sendiri akan bergerak pada rentang S4337-R4630


Berdasarkan indikator MFI yang semakin menurun mengindikasikan bahwa di IHSG sendiri pada minggu kemaren terjadi penarikan dana yang cukup besar, sehingga jika ini terjadi lanjutan akan melemahkan IHSG juga.

Lalu terjadi deathcross MA5 yang memotong kebawah terhadap MA20 MA50 dan MA100, yang mengindikasikan akan terjadi pelemahan lanjutan terjadi di IHSG.

Fokus berita ekonomi pada minggu ini diantaranya:

  • Ekspor, Impor, Trade Balance Indonesia (Selasa, 15 Desember)
  • Fed Interest rate Decision (Kamis, 17 Desember)
  • BI rate (Kamis, 17 Desember)
Rekomendasi Saham:
  • TLKM Buy 2900-2950
  • BMRI Buy 8500-8750
Disclaimer on

#UtampanScratch

Minggu, 06 Desember 2015

IHSG This Week

Minggu lalu IHSG sempat berada di posisi 4446 atau sudah tipis menembus pada titik support yang saya perkirakan.

Untuk minggu ini IHSG akan bergerak di rentang S4395 - R4630
Pada minggu lalu terjadi netselling oleh investor asing sebesar 1,8 Triliun. Berdasarkan pada chart diatas juga telah terjadi keluarnya aliran dana dengan melihat indikator MFI yang sedikit menurun untuk minggu kemaren.

Untuk minggu ini sendiri pergerakan IHSG kemungkinan besar dipengaruhi oleh indeks global. Jika secara keseluruhan indeks menghijau, maka IHSG juga kemungkinan akan ikut menghijau, dan sebaliknya.

Adapun beberapa publikasi kalender ekonomi yang harus dicermati yang memungkinkan untuk berpengaruh ke IHSG.

  • Laporan cadangan Devisa Indonesia.
  • Laporan GDP Jepang
  • Laporan Export, Import, dan Neraca Perdagangan Tiongkok
  • Laporan GDP Uni Eropa
  • Laporan CPI dan PPI Tiongkok
  • Laporan IP dan Retail Sales Tiongkok
Rekomendasi saham
  • WTON buy 850-870
  • INDF buy 5000-5100
  • BMRI buy 8500-8750
Disclaimer On

#UtampanScratch

Sabtu, 28 November 2015

IHSG This Week

Berdasarkan kalender ekonomo dari Investong.com, agenda ekonomi pada minggu ini lebih banyak publikasi GDP (qoq dan yoy) dari beberapa negara dan dari Uni Eropa. Lalu USA juga akan mempublikasikan data tingkat penangguran, Nonfarm Payroll, dan trade balance, publikasi data tersebut mungkin akan mempengaruhi pergerakan Indeks USA dan akan menjadi sinyal kepastian apakah Fed akan menaikan tingkat suku bunganya.  

Untuk Indonesia, agenda ekonominya hanya Publikasi laporan Inflasi (qoq dan yoy) yang pada bulan lalu mengalami deflasi. Jika bulan ini terjadi Deflasi juga, maka hal tersebut menandakan bahwa kurangnya daya beli masyarakat Indonesia dan menandakan juga tentang perlambatan ekonomi.

IHSG sendiri pada minggu kemaren menembus resist 4600, bukan tidak mungkin kalau pada bulan Desember nanti bisa menembus ke level 4700 yang didukung dengan adanya faktor Window Dressing dan Santa Clause effect.

So, untuk minggu ini sendiri IHSG akan bergerak di rentang S4450 - R4700.

Rekomendasi saham:

  • WSKT buy 1690
  • INDF buy 5400
  • KLBF buy 1360
Disclaimer On

#UtampanScratch


Senin, 23 November 2015

IHSG This Week

Weekend kemaren tidak sempat nulis analisis buat minggu ini karena padatnya kesibukan nganterin RI 1. So, here we go...

Menurut saya, minggu ini pergerakan IHSG cenderung akan dipengaruhi oleh sentimen dari pasar saham negara lain atau biasa disebut Major Stock Indices. Jika minggu ini pasar saham negara lain kompak memerah, maka bukan tidak mungkin IHSG akan ikut memerah.

Dari dalam negeri sendiri, mungkin pergerakan IHSG akan digerakan oleh asing. Hal tersebut dikarenakan pada minggu kemarin tampak bahwa IHSG sedang dalam masa fase mark-up (artinya asing atau Big Player sedang menaikan harga untuk memperoleh keuntungan). Sehingga untuk minggu ini mungkin fase mark-up tersebut akan berhenti.

Hal ini dikuatkan oleh pada perdagangan hari ini.
Dapat dilihat dari gambar diatas, pada penutupan perdagangan hari ini terlihat IHSG dipaksa untuk turun, dan terjadi Net Foreign Selling. Menurut saya ini adalah tahap awal kalau Big player akan menjual saham-sahamnya atau biasa disebut fase distribusi. Hal ini juga diperkuat oleh data MFI.

Berdasarkan indikator MFI terlihat pada perdagangan hari ini tidak terjadi kenaikan aliran dana masuk dan cenderung flat, bukan tidak mungkin untuk besok terjadi pembalikan arah atau yang berarti terjadinya dana keluar dari IHSG. Sehingga jika hal tersebut terjadi, maka IHSG akan turun.

Jadi untuk minggu ini pergerakan IHSG akan cenderung menurun untuk beberapa hari kedepan
Untuk rangenya masih sama yaitu di 4346-4600
Support terdekat di MA50 lalu Support kedua ada di level 4346
Resist terdekat ada di MA100 lalu Resist kedua ada di level 4700

Rekomendasi saham:

  • AKRA buy dibawah 6000
  • TLKM buy dibawah 2800
  • WSKT buy 1700

Disclaimer On

#UtampanScratch


Rabu, 18 November 2015

Peta Politik Partai di Indonesia Jangka Menengah

Pada Pemilu 2014 kemarin, peta politik partai di Indonesia dibagi menjadi dua kubu.

Pertama, kubu Koalisi Merah Putih (KMP) yang berisikan Partai Gerindra, PAN, PKS, PPP, Golkar, dan PBB. Kubu KMP  ini mendukung Prabowo dan Hatta Rajasa untuk menjadi Calon Presiden dan Wakil Presiden pada pemilu Presiden tahun 2014.

Kedua, kubu Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang berisikan PDI-P, PKB, Partai Hanura, Partai Nasdem, dan PKPI. Kubu KIH ini mendukung Jokowi dan Jusuf Kalla untuk menjadi Calon Presiden dan Wakil Presiden pada pemilu Presiden tahun 2014.

Awalnya dengan ada dua kubu tersebut saya berpikir bahwa nantinya sistem kepartai-an di Indonesia ini akan mengikuti sistem partai di USA. Dahulu di USA juga sama seperti kita, memiliki banyak partai, namun akhirnya partai-partai kecil tersebut mengkerucut sehingga tinggal tersisa dua partai besar saja yaitu Partai Demokrat dan Partai Republik. 

Apakah nantinya di Indonesia juga seperti itu ? hmmm menurut saya sih bisa saja, tapi akan sangat membutuhkan waktu yang lama untuk menuju kesana.

Setelah pemilu 2014 kemarin ada beberapa fenomena dan perubahan manuver politik dari beberapa partai.

Pada beberapa bulan lalu tepatnya sekitar bulan September, PAN secara resmi mengumumkan bahwa mereka sekarang berpindah haluan menjadi bergabung dengan KIH. Hal ini juga akan menambah kekuatan KIH di gedung DPR senayan yang didominasi oleh KMP

Lalu sempat terjadi dualisme partai Golkar yaitu antara kubu ARB dan kubu Agung Laksono, namun pada akhirnya kubu ARB menang dan kedua kubu mendeklarasikan damai. Namun ada hal menarik sebenernya dalam dualisme partai Golkar ini. Menurut saya, jika nantinya kubu Agung Laksono yang berkuasa (dalam hal ini menang gugatan di pengadilan) bukan hal yang aneh jika nantinya Golkar akan keluar dari KMP dan bergabung ke KIH. Namun kenyataannya Partai Golkar tetap berada pada KMP.

PPP juga sempat terjadi dualisme partai antara kubu Djan Faridz dan kubu Romahurmuziy. Namun sampai sekarang saya juga kurang tahu kejelasan tentang konflik diantara keduanya.

Jadi, untuk waktu sekitar 2-3 tahun nanti menurut saya peta partai politik Indonesia tetap akan menjadi 2 poros utama, yaitu KIH dan KMP, tinggal kita lihat saja mana yang membelot ke kubu lawan mana akan tetap. Mungkin bisa aja kedua kubu kedatangan teman baru, seperti partainya Rhoma Irama yang bisa jadi ikut gabung ke KMP.

Dan hal yang saya tunggu adalah sikap partai Demokrat. Pada pemilu lalu, Partai Demokrat secara resmi tidak mendukung kubu manapun (ya walaupun beberapa petingginya mendukung KMP) dan menjadi partai oposisi bagi pemerintahan. Mungkin saja nantinya partai ini akan resmi mendukung salah satu kubu atau membuat koalisi baru. Ya kita lihat saja drama perpolitikan di Indonesia yang semakin ramai.

#UtampanScratch 






Selasa, 17 November 2015

Update pergerakan IHSG

Hari ini Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan bahwa BI rate tetap di level 7,5%. Padahal Pak JK menginginkan BI rate agar turun guna menstimulus pertumbuhan ekonomi tahun ini. Ya mungkin saja Pak Agus Marto dan orang-orang BI sudah memikirkan dengan matang kenapa BI rate tidak diturunkan dengan mempertimbangkan adanya ancaman dari luar negeri seperti Fed Rate yang akan naik. Menurut saya, BI rate mungkin turun setelah Fed Rate nantinya naik atau bisa juga nanti ketika perekonomian bisa stabil.

IHSG minggu ini mungkin akan lebih banyak dipengaruhi oleh pergerakan Indeks pasar saham global. 

Untuk rangenya masih sama seperti pada postingan sebelumnya yaitu 4346-4600. 
Support terdekat berada di MA50 (4436) lalu Support selanjutnya ada di level 4341
Resist terdekat ada di MA100 (4569) lalu Resist selanjutnya ada di level 4700

minggu ini masih mungkin akan naik, karena indikator MFI menunjukan adanya aliran dana yang masuk (meningkat)

Rekomendasi saham:
  • KLBF buy 1350
  • PGAS dan JSMR masih sama seperti postingan sebelumnya
Disclaimer On

#UtampanScratch